Asalweb: Tsunami Selat Sunda

Notification

×
Tampilkan postingan dengan label Tsunami Selat Sunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsunami Selat Sunda. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2018

Anak Krakatau Menyusut, Nelayan Sempat Lihat Gunung Terbelah

Gunung Anak Krakatau. (REUTERS/Stringer)

Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyebut volume Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyusut sekitar 60 persen atau dua pertiga karena erupsi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Tinggi gunung yang semula 338 meter kini hanya tersisa sekitar 110 meter.

Hal ini sesuai dengan kesaksian salah seorang nelayan asal Lampung, Puji, yang menyaksikan detik-detik Anak Krakatau meletus pada 22 Desember 2018 lalu dan memicu gelombang tsunami.

Saat diwawancarai CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Puji mengaku melihat Anak Krakatau seperti terbelah dua dan longsor. Usai terbelah itu, Anak Krakatau kemudian memuntahkan lahar dam material vulkanik.

"Kami melihat anak GAK itu seperti pecah belah dua, lalu api lahar langsung mencar turun ke laut. Peristiwa itu, sekitar pukul 20.00 WIB," kata Puji.

Saat itu ia bersama belasan nelayan lain sedang mencari ikan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Jarak kapal yang ditumpanginya sekitar 2 km dari gunung atau berada dalam batas aman saat gunung api itu berstatus waspada atau level II. Belakangan setelah menyebabkan tsunami dan terus erupsi, statusnya dinaikkan menjadi siaga atau level III.

Berselang lima menit kemudian, tiba-tiba gelombang tinggi tsunami datang dan langsung menerjang perahu yang ditumpangi bersama nelayan lainnya.

Gulungan ombak datang tak cuma sekali, tapi sampai tiga kali. Hantaman ombak pertama membuat perahu-perahu nelayan oleng dan hilang kendali. Sementara terjangan gelombang kedua, membuat semua nelayan tercebur ke laut karena perahu terbalik.

"Hantaman ketiga itu, tingginya 10 sampai 12 meter. Saat itulah kami semua langsung terbawa arus ombak dan terpencar hingga tak tahu lagi arahnya kemana," kata Puji.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Solihin mengatakan volume Gunung Anak Krakatau kini menyusut antara 150 sampai 180 juta meter kubik akibat erupsi dan kegempaan vulkanik selama beberapa pekan lalu. Alhasil tubuh gunung kini tersisa sekitar 40 persen dari semula.

"Penyusutan volume itu sampai 60 persen atau dua per tiga dari volume awal," ujar Agus.

Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakatau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung dan disertai tingginya laju erupsi yang terjadi pada 24 hingga 27 Desember.

Ia menjelaskan penyusutan volume Anak Krakatau hingga 180 juta meter kubik ke laut itu dipastikan menyisakan tubuh Gunung Anak Krakatau tersisa antara 40 sampai 70 juta meter kubik.

Selain itu, tinggi gunung juga menurun. Berdasarkan analisis visual, Anak Krakatau yang semula tingginya 338 meter, kini terkikis menjadi 110 meter.

Tinggi Anak Krakatau pun menjadi lebih rendah dibandingkan Pulau Sertung. Menurut Agus, tinggi Pulau Sertung yang ada di dekat Anak Krakatau mempunyai tinggi 182 meter.

Kamis, 27 Desember 2018

ACT Kirim 20 Truk Pangan & Logistik untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Foto: Dok ACT

Jakarta - Upaya penanganan tanggap darurat untuk korban tsunami Selat Sunda terus dikerahkan, seiring dengan tingginya kepedulian publik Indonesia terhadap saudara sebangsa yang terdampak.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut berikhtiar penuh memenuhi kebutuhan pengungsi di masa tanggap darurat ini. Salah satunya adalah pengiriman puluhan truk berisi bantuan pangan dan logistik untuk korban terdampak tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan.

20 truk bantuan tersebut diberangkatkan dari gudang Humanity Distribution Center (HDC) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Aziz mengatakan, bantuan pangan dan logistik dikirimkan menuju dua kabupaten yang terkena dampak tsunami terparah, yakni Pandeglang dan Lampung Selatan.

"Masing-masing 10 truk bantuan kami berangkatkan ke Pandeglang dan Lampung Selatan. Kebutuhan pangan ini mendesak, jadi kami upayakan pengiriman pangan dan logistik sesegera mungkin, dibarengi dengan evakuasi, layanan medis, dan aktivitas dapur umum yang terus berlangsung sampai sekarang," terang Lukman, Rabu (26/12/2018).

Pengiriman pangan dan logistik ini akan terus berlanjut dari berbagai daerah di Indonesia, utamanya Jawa dan Sumatera. Selain mengirimkan pangan dan logistik, sejumlah program pemulihan juga segera diinisiasi. Lukman menerangkan, bantuan pemulihan tersebut fokus pada penyediaan pangan, papan dan pembangunan ekonomi.

"ACT berencana membangun hunian dan ACT Humanity Store untuk penyintas tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan. Sementara untuk pemulihan ekonomi, kami menggulirkan program pemberian 100 kapal nelayan untuk warga terdampak yang berprofesi sebagai nelayan. Tidak hanya itu, bekerja sama dengan Global Wakaf, kami juga berikhtiar untuk mendirikan Warung Wakaf di sejumlah titik terdampak," jelas Lukman.

Hingga Rabu (26/12), proses evakuasi, layanan medis, dan pendistribusian bantuan pangan di lokasi terdampak tsunami terus dikerahkan. Untuk mempercepat penanganan tanggap darurat, ACT mendirikan sejumlah posko kemanusiaan dan dapur umum di Pandeglang dan Lampung Selatan.

Di Pandeglang, ACT telah mendirikan 4 posko kemanusiaan dan dapur umum. Keempat posko tersebut di antaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, dan Posko Wilayah Anyer.

Sementara di Lampung Selatan, posko kemanusiaan dan dapur umum telah aktif di tiga wilayah, di antaranya Way Muli, Way Panas, dan Dermaga Bom. "Hari ini (26/12) akan diaktivasi juga dua posko dan dua dapur umum lainnya di daerah Kunjir dan Sukaraja," terang Sutaryo dari Tim Emergency Response ACT untuk wilayah Lampung Selatan.

Rabu, 26 Desember 2018

BNPB: Korban Tsunami Selat Sunda 430, Jumlah Masih Terus Bertambah

Personil PLN UID Jakarta Raya di lokasi tsunami Banten. Dok: PLN

Jakarta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda masih terus bertambah. Data terbaru pada Rabu (26/12/2018) pukul 14.00 WIB menyatakan, korban meninggal saat ini 430 jiwa.

"Data kami hari ini jumlah korban meninggal dunia 430 jiwa, jumlah korban luka masih 1.485 jiwa, masih hilang 154 jiwa," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPBl Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu, (26/12/2018).

Menurut Sutopo, hasil ini masih berupa data sementara. Jangkauan Tim SAR gabungan masih terus mencari korban hilang yang diduga masih berada di wilayah terisolir seperti di Kecamatan Sumur.

"Ini data sementara kemungkinan besok akan bertambah jumlah korban," jelas dia

Saat ini, Tim SAR gabungan fokus mencari korban tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur. Kendala saat menjangkau wilayah tersebut masih soal akses. Sutopo menjelaskan, perlu waktu hingga 4 jam kondisi normal menjangkau titik tersebut dari Pandeglang.

"Jadi kalau kondisi saat ini, akan lebih dari itu," tutur dia.

Selain jalur darat, Tim SAR gabungan terus menyasar daerah terisolir lewat akses udara dan laut. Disebutkan Sutopo, helikopter dan kapal patroli dan KRI dikerahkan untuk menyisir wilayah tersebut.

Sutopo juga menyebut nama-nama korban di beberapa daerah terindikasi ganda. Data ini sebelumnya didapat dari sejumlah posko di daerah terdampak.

"Data dari posko kabupaten, TNI, Basarnas, dan sebagainya ada nama korban yang dobel," tandasnya.

Dampaknya, jumlah korban dari masing-masing daerah berubah. Ada yang mengalami penurunan dan ada juga kenaikan.

"Ada korban yang didata di Serang, tapi didata juga di daerah lain," ujar Sutopo.

Selasa, 25 Desember 2018

Cerita Korban Selamat Tsunami di Tanjung Lesung, Mengapung Bersama Gitar Seventeen

Pemandangan dari udara kawasan pemukiman nelayan di Kampung Sumur Pesisir, Pandeglang, Banten, Selasa (24/12).

Jakarta - Gitar cadangan yang berada di atas panggung tempat tampilnya grup band Saventeen di Tanjung Lesung menyelamatkan Akhmad Khowarizmi atau Azmi (10), bocah asal Pasuruan, dari empasan gelombang tsunami di Tanjung Lesung.

Sedianya Azmi bersama adik, ayah, dan ibunya, saat kejadian tsunami Tanjung Lesung itu menghadiri Family Gatering PLN. Mengingat, Ninil Ukhita Anggra Wardani (38), ibunda Azmi, adalah Senior Manajer Aset dan Properti PLN Unit Induk Transmisi Jawa Barat-Banten.

"Saat tsunami menerjang. Keluaraga kecil anak saya berada di bangku penonton bagian depan. Kedua cucu dan menantu saya selamat. Namun, anak saya meninggal," ucap Ashari (64), ayah almarhum Ninil Ukhita Anggra Wardani, setelah prosesi pemakaman di TPU Kalirejo, Bangil, Pasuruan, Senin, 24 Desember 2018 malam.

Cerita lengkap kejadian tsunami itu disampaikan menantunya, Akhmad Diyak Kaukabi (39). Kala gelombang menerjang pada Sabtu malam, 22 Desember 2018 itu, terang Ashari, cucu laki-lakinya selamat karena menggapai gitar cadangan grup band Seventeen.

"Saat tersapu gelombang. Cucu saya menggapai gitar cadangan band yang manggung itu. Lalu menjadikannya pelampung," ucap Kakek Azmi.

Sedangkan cucu putrinya, Farzana Arfa Fahira atau Arfa (7), selamat dari tsunami Tanjung Lesung karena tertimpa karpet panggung. Sehingga, Arfa tidak terseret gelombang yang menyapu acara family gathering itu. "Arfa ditemukan tertutup karpet panggung," katanya.

Ikuti Empasan Ombak


Beda lagi dengan Akhmad Diyak, menantunya. Diyak hanya bisa mengikuti empasan tsunami, kemudian terselamatkan karena tersangkut pohon.

"Namun, anak semata wayang saya meninggal. Almarhumah berhasil ditemukan saat keesokan harinya di sekitaran Tanjung Lesung," ungkap Ashari.

Ashari terus menguatkan kedua cucunya agar tidak terus-terusan sedih karena ditinggal ibunya. Memang tampak saat prosesi pemakaman, air mata Azmi dan Arfa tak kunjung berhenti.

"Saat bersama saya mereka tenang. Namun saat sendiri, kadang mereka menangis. Biasanya mereka selalu memeluk ibunya saat pulang dari berkerja," pungkasnya.

Kepergian Ninil Ukhita Anggra Wardani atau Ninil (38), korban tsunami Selat Sunda, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

Ashari (64), ayah Ninil, pun sebelumnya tak punya firasat apa-apa saat musibah yang menimpa anak semata wayangnya di Tanjung Lesung pada 22 Desember 2018 lalu.

"Tidak ada satu mimpi pun datang. Saat tsunami menerjang keluarga anak saya di Tanjung Lesung," kisah Ashari.

Namun, sejak kepulangan umrah bersama suaminya Akhmad Diyak Kaukabi (39) pada 22 November 2018, Ninil jadi semakin bertambah baik. Dia kerap membelikan sesuatu kepada ayah dan ibunya.

"Seminggu sebelum insiden itu. Saya dibelikan Xiaomi Redmi not 5. Pasword-nya 2212. Saya tak menyangka jika itu adalah pesan terakhir Ninil," ungkap Ashari.

Rasa kehilangan pun dirasakan warga Kalirejo, Kecamatan Bangil, yang merupakan tempat kelahiran Ninil, sekaligus jadi tempat disalatkan dan dimakamkannya almarhumah.

"Bu Ninil ini orangnya dermawan. Tidak sombong dan tidak pandang bulu. Hari raya kemarin. Mestinya saya yang datang ke rumahnya, tapi malah Bu Ninil bersama keluarga yang datang ke rumah saya," jelas Anton Vinata, seorang warga setempat usai prosesi pemakaman jenazah Ninil.

Featured

[detikNews][recentbylabel2]