Asalweb: GilaBola

Notification

×
Tampilkan postingan dengan label GilaBola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GilaBola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2018

Setiap Pertandingan adalah Final untuk Liverpool

Liverpool belum terkalahkan di 19 laga Premier League musim ini dan kukuh di puncak klasemen. (Foto: Jan Kruger/Getty Images)

Jakarta - Liverpool melanjutkan laju tak terkalahkannya dengan menumpas Newcastle United. Makin kukuh di puncak klasemen, setiap laga kini setara final untuk 'Si Merah'.

Liverpool memantapkan diri di puncak klasemen Liga Inggris usai menang 4-0 dari Newcastle United di Anfield, Rabu (26/12/2018) malam WIB, pada laga Boxing Day. The Reds kini mengumpulkan 51 poin, unggul enam angka dari Tottenham Hotspur yang ada di posisi dua.

Anak asuh Juergen Klopp melalui 19 pekan dengan hasil cemerlang: memenangi 16 pertandingan dan berimbang di tiga lainnya.

Performa apik Liverpool hingga pekan ke-19 ini pun terus memupuk harapan Liverpool untuk mengakhiri puasa gelar liga selama 28 tahun. Terakhir kali mereka meraih gelar Liga Inggris adalah pada musim 1989-1990.

Dengan posisi saat ini, setiap laga menjadi semakin berharga, sebab tim-tim lain bakal semakin bernafsu mengganjal. Oleh karena itu, Liverpool fokus melalui laga demi laga dan menganggap setiap pertandingannya bak final.

"Kami hanya fokus pada diri sendiri dan menjalani laga satu demi satu. Setiap pertandingan adalah final bagi kami," kata bek Dejan Lovren seperti dilansir dari BBC.

"Awal babak pertama sulit untuk kami, memang susah untuk mencetak gol melawan Newcastle tetapi kami menunjukkan kesabaran dan kualitas. Kami perlu menjaga momentum ini dan setelah beberapa pertandingan berikutnya, kita akan lihat di mana kami berada. Setiap pertandingan sekarang penting."

"Kami hanya melihat diri kami sendiri, bagaimana kami tampil dan inilah yang diinginkan manajer dari kami. Sisanya akan mengalir. Ini hari yang bagus untuk kami, para fans, dan mari kita lakukan lagi melawan Arsenal," tutur pemain asal Kroasia ini menambahkan.

The Reds bakal menutup tahun ini dengan menghadapi Arsenal di Anfield, Minggu (30/12/2018). Arsenal saat ini ada di posisi lima dengan 38 poin dari 19 pertandingan.

Handanovic: Menang Dramatis Memang Terasa Lebih Manis

Inter Milan menang 1-0 atas Napoli berkat gol Lautaro Martinez di injury time (Foto: Alberto Lingria/Reuters)

Milan - Inter Milan menang atas Napoli berkat gol di injury time. Kemenangan dramatis itu mendongkrak moral Nerazzurri.

Inter menjamu Napoli dalam pertandingan Boxing Day Liga Italia di Giuseppe Meazza, Kamis (27/12) dini hari WIB. Tuan rumah meraih kemenangan tipis 1-0.

Kemenangan Inter baru ditentukan di menit ke-92 lewat gol Lautaro Martinez. Sementara itu, Napoli harus main dengan 10 orang sejak menit ke-80 menyusul kartu merah untuk Kalidou Koulibaly.

Hasil ini kian terasa penting karena diraih di tengah inkonsistensi Inter. Sebelum pertandingan melawan Napoli, Mauro Icardi dkk cuma menang satu kali dalam empat laga di Liga Italia.

"Penting bagi kami menang hari ini dan membungkam semua kritik," ujar kiper Inter Samir Handanovic kepada Inter TV.

"Ada rasa antusiasme yang lebih ketika menang di menit ke-90. Insiden-insiden bisa menentukan dan mengubah pertandingan. Setelah kartu merah Koulibaly, kami tahu kami harus mengambil risiko untuk menang dan kami melakukannya," lanjut Handanovic.

"Sekarang pertandingan hari Sabtu semakin penting," katanya menambahkan.

Inter berikutnya akan tandang ke markas Empoli pada pertandingan pekan ke-19, Sabtu (29/12/2018) malam WIB.

Milan Ulangi Catatan 34 Tahun Silam

AC Milan ditahan imbang 0-0 oleh Frosinone di laga Boxing Day Liga Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Frosinone - AC Milan kembali gagal meraih kemenangan, usai ditahan imbang Frosinone tanpa gol di laga Boxing Day. Rossoneri pun mengulangi catatan buruk 34 tahun silam.

Milan ditahan 0-0 saat bertandang ke Stadion Benite Stirpe, Rabu (26/12/2018). Meski tampil mendominasi, Milan kesulitan menaklukkan lawan yang kini menempati posisi ke-19 di klasemen sementara.

Bagi Milan, hasil imbang tanpa gol itu menambah panjang laju buruk mereka di Serie A. Sejak menang 2-1 atas Parma di pekan ke-14, tim asuhan Gennaro Gattuso itu belum lagi menang, plus menciptakan gol ke gawang lawan.

Catatan itu membuat Milan mengulangi penampilan buruk pada musim 1984. Seperti dicatat Opta, Ketika itu Milan juga tak mampu bikin gol di empat laga beruntun Serie A.

Dalam lima pertandingan terakhir, Milan pun cuma meraih sekali kemenangan, tiga kali seri, dan sekali kalah. Kini Gonzalo Higuain dkk turun ke peringkat enam dengan raihan 28 poin hingga pekan ke-18.

Gattuso mengaku bertanggung jawab atas hasil-hasil buruk yang ditelan Milan. Ia juga mengaku tidak mempedulikan nasibnya, dengan lebih memilih memikirkan bagaimana timnya bisa kembali tampil oke.

"Kami tidak dalam periode yang baik dan hasilnya tidak datang. Saya tidak dapat bisa melihat kinerja kami seperti di babak pertama," ucap Gattuso seperti dilansir Football-Italia.

"Kekhawatiran saya adalah tim saya, saya tidak memikirkan diri saya sendiri. Saya dinilai berdasarkan hasil dan saya akan mengedepankan wajah saya.

"Saya kapten tim ini, jadi yang benar adalah saya yang bertanggung jawab atas hasil ini. Penting bagi saya untuk memahami bagaimana membuat pemain bisa memberikan yang terbaik, karena saat ini mereka tampil di bawah performa mereka. Tidak ada ketenangan dan mereka terlihat gugup, itulah yang perlu saya pikirkan. Sedangkan sisanya, apa pun bisa terjadi," ungkap Gattuso.

Jadi Sasaran Aksi Rasial, Koulibaly: Bangga dengan Warna Kulit Ini

Kalidou Koulibaly bangga dengan warna kulitnya meski kerapa mendapat serangan rasial. (Foto: Emilio Andreoli/Getty Images)

Milan - Kalidou Koulibaly dapat perlakuan rasial dari fans Inter Milan. Bek Napoli itu tetap bangga dengan warna kulitnya.

Nasib malang menimpa Koulibaly saat Napoli bertandang ke markas Inter, Kamis (27/12/2018) dinihari WIB. Fans Inter nyaris sepanjang laga meneriaki Koulibaly dengan suar-suar menyerupai monyet.

Pihak Partenopei sudah berulang kali menyatakan protes kepada perangkat pertandingan, namun tak ada tindakan tegas yang diambil. Pihak penyelenggara pertandingan juga sudah menyerukan lewat pengeras suara agar tak ada lagi seruan bernada rasis.

Koulibaly pada prosesnya diusir keluar lapangan setelah dua kali mendapat kartu kuning di menit ke-81. Itu buntut dari pelanggarannya kepada Matteo Politano dan tepuk tangan saat dikartu kuning.

Bek Napoli itu mengirim sebuah pesan lewat kicauannya di akun Twitter pribadi. Koulibaly menegaskan bangga dengan warna kulitnya.

"Saya kecewa dengan kekalahan ini, terutama meninggalkan rekan-rekan saya di lapangan!" tulis Koulibaly di Twitter, yang dikutip dari Football Italia.

"Tapi saya bangga dengan warna kulit saya. Bangga menjadi orang Prancis, Senegal, Neapolitan: seorang pria," tegasnya.

Koulibaly adalah pria yang lahir di Prancis dari orang tua asal Senegal. Dia sempat membela Timnas Prancis U-20 sebelum akhirnya memilih gabung ke Timnas Senegal di level senior.

Ketika Anfield Bersorak saat Tahu City Tertinggal dari Leicester

Juergen Klopp berselebrasi usai Liverpool menang 4-0 atas Newcastle United. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)

Liverpool - Juergen Klopp mengomentari situasi di Anfield, saat Manchester City tertinggal dari Leicester City. Ia menyebut para fans bersorak karena Liverpool menang.

Liverpool dan City main bersamaan di laga Boxing Day, Rabu (26/12/2018). Liverpool menjamu Newcastle United di Anfield, sementara City bertandang ke King Power Stadium, markas Leicester.

Liverpool dan City menelan hasil berbeda. The Reds menang 4-0, sementara City tumbang 1-2 dari Leicester.

Di Anfield, situasi City tertinggal sempat membuat heboh. Fans Liverpool bersorak kegirangan usai mengetahui pesaingnya itu tertinggal 1-2 oleh Leicester, usai dibobol Roberto Pereyra di menit ke-81.

Klopp menanggapi momen itu. Menurutnya, Liverpudlian--sebutan fans Liverpool-- bersorak karena melihat Liverpool menang telak atas Newcastle, bukan karena City kalah.

"Tidak, saya pikir itu karena kami! Saya benar-benar naif, saya pikir itu sangat baik, terima kasih banyak! Lalu sekarang saya dengar setelah pertandingan itu adalah tentang hasil lain!" kata Klopp usai laga, seperti dilansir Evening Standard.

"Jelas tidak ada yang memberi tahu penonton kami bahwa Tottenham juga menang 5-0. Tidak apa-apa, itu adalah suasana Boxing Day, orang-orang yang datang dari seluruh dunia, menyaksikan pertandingan, suasananya sangat bagus dan luar biasa pada saat itu. Tapi saya pikir itu karena kami," ujar Klopp.

Kini Liverpool memimpin Liga Inggris dengan raihan 51 poin, unggul enam angka dari Tottenham di peringkat dua dan City melorot ke posisi tiga dengan 44 poin. Si Merah menjadi juara pramusim Liga Inggris.

Pogba Memang Terlalu Bagus untuk Mourinho

Paul Pogba bersinar lagi usai kepergian Jose Mourinho. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)

Jakarta - Sejak ditinggal Jose Mourinho, Paul Pogba bersinar lagi di Manchester United. Bisa jadi Pogba memang terlalu bagus untuk Mourinho.

Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer langsung memberi dampak positif bagi Manchester United. Pria asal Norwegia ini mampu membawa 'Setan Merah' meraih dua kemenangan di dua laga pertama sejak ditunjuk sebagai manajer interim.

Setelah akhir pekan lalu mampu mengalahkan Cardiff City 5-1, tuah Solskjaer di MU berlanjut saat Boxing Day, Rabu (26/12/2018). MU sukses mengalahkan Huddersfield dengan skor 3-1 di Old Trafford.

Salah satu kunci sukses Solskjaer adalah keberhasilannya membuat Pogba kembali bersinar. Gelandang internasional Prancis ini menunjukkan penampilan yang kontras dibandingkan saat masih dengan Mourinho.

Dalam dua laga bersama Solskjaer di Premier League, Pogba sudah terlibat dalam empat gol Setan Merah. Mantan pemain Juventus ini mengemas dua assist saat melawan Cardiff, lalu menjadi bintang kemenangan di laga kontra Huddersfield berkat dua golnya.

Torehan Pogba bersama The Baby-Faced Assassin tersebut sudah menyamai catatan bersama Mourinho musim ini. Dalam 12 partai liga saat masih dilatih oleh The Special One, Pogba hanya terlibat dalam proses terciptanya empat gol MU yakni satu gol dan tiga assist.

Solskjaer sendiri sudah tahu potensi Pogba sejak masih menjadi pelatih tim reserve MU. Di periode itu lah dia melihat kualitas pemain 25 tahun tersebut,

"Paul tahu dia bisa mencetak go dan menciptakan assist lebih banyak. Dia mencatatkan sejumlah assist pekan lalu. Dia bahagia sekarang," kata Solskjaer kepada BBC.

Jumat, 21 Desember 2018

Detik-detik DEBUT - EGY MV di Exstraclasa (Full Match)

Egy Maulana Vikri (born 7 July 2000) is an Indonesian footballer who currently plays for Polish club Lechia Gdańsk and the Indonesia national football team. He plays as a forward. In 2017, Egy was named as one of the 60 most talented and promising young players in the world by The Guardian.



Early career


Egy began playing his amateur football at SSB Tasbi Medan where he participated in the Grassroots Indonesian U-12 Tournament in 2012. His potential raw talent was noticed by the Indonesian national talent scouts. At that time, Egy helped his team to become the champions of that tournament and also ended up as the top scorer of the tournament. Furthermore, he was trained in the Sports Special School, better known as Diklat Ragunan.

Egy is also the younger brother of a PON North Sumatra player named Yuzrizal Muzakki who was then playing for PSBL Langsa. In 2015, Egy managed to bring Indonesia into a champion in the Gothia Cup event in Sweden and was awarded as the best player of the Gothia Cup 2015 tournament bagging a total of 28 goals along the way.

Egy was former North Sumatra player in Popwil 2016. His talent also was spotted by the international media when he played for Indonesia U-19 in Toulon Tournament from 29 May to 10 June 2017. At that time Egy got the prestigious award Jouer Revelation Trophee for being the breakout player in the tournament. Long before Egy, the prestigious award was also won by current and past footballing greats and legends in Cristiano Ronaldo and Zinedine Zidane.

In September 2017, Egy became the Top Scorer of the AFF U-19 Youth Championship with outstanding 8 goals for Indonesia U-19.

After that he was linked to numerous Australian and Asian clubs including Brisbane Roar, Selangor FA and Chainat Hornbill. Chainat Hornbill even offered Egy a two-year contract.

By the end of 2018, Chainat Hornbill will organize a number of trials for Egy with some German clubs.

Europe trials


He was offered trials by a number of European clubs including Benfica, Sporting CP, Getafe CF, Espanyol, Legia Warsaw, Saint-Etienne, Ajax Amsterdam and some Italian clubs. But he choose Polish club Lechia Gdansk which took him in without any trials needed.

Lechia Gdańsk


On 11 March 2018, Egy officially joined Lechia Gdańsk on a three years contract but he will join the team on his 18th birthday. The club reached an agreement with the Indonesian Ragunan Athletes Academy regarding the transfer, which will take effect on 8 July 2018. He was also handed the number 10 shirt.[13] He made his first-team debut on 22 December 2018 as a subtitute in a match against Gornik Zabrze.

International career


Egy was playing throughout youth level for Indonesia U-14[15], Indonesia U-16, Indonesia U-19, and Indonesia U-23.

He made his debut and first goal for Indonesia U-16 in a friendly match against Vietnam U-16 on December 2014, one year before Indonesia's FIFA suspension. He scored two goals in a friendly match against Japan U-16 on April 2015.

He made his debut for Indonesia U-19 in the 2017 Toulon Tournament on 1 June 2017 against Brazil U20.[1] His impressive performance at the tournament earned him the Breakthrough Player of the Tournament.

He made his debut for the Indonesia U-23 in a friendly match against the Syria U-23 on 16 November 2017 where he came on as a substitute.

He made his debut for the senior Indonesian national team on 2 December 2017, also coming on as a substitute in the 4–0 win over Brunei in the 2017 Aceh World Solidarity Tsunami Cup.

Minggu, 16 Desember 2018

Lionel Messi - King of the Game ● Best Skills & Goals 2018/19



Lionel Andrés "Leo" Messi (pengucapan bahasa Spanyol: [ljoˈnel anˈdɾes ˈmesi], lahir di Rosario, 24 Juni 1987; umur 31 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Argentina yang saat ini bermain untuk FC Barcelona dan merupakan kapten tim nasional sepak bola Argentinadan FC Barcelona, bermain sebagai penyerang.

Ia adalah pencetak gol terbanyak Barcelona sepanjang sejarah. Di usia 21 tahun, Messi telah dinominasikan untuk Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA. Pada 2009, ia memenangi Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia FIFA dan penghargaan pertama FIFA Ballon d`Or pada 2010 dan 2011..

Messi adalah pemain keempat yang menjuarai tiga Ballon d`Or, dan pemain kedua yang memenangi Ballon d`Or dua kali berturut-turut. Ia telah menjuarai lima La Liga, dua Copa del Rey, lima Supercopa de Espana, tiga Liga Champions UEFA, dua Piala Super Eropa dan dua Piala Dunia Klub.

Pada 2012, ia mencetak rekor Liga Champions UEFA dengan menjadi pemain pertama yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan.

Ia juga menyamai rekor 14 gol Jose Altafini di satu musim Liga Champions. Ia juga mencetak rekor untuk gol terbanyak dalam satu musim pada musim 2011-12, dengan 73 gol. Di musim yang sama, ia mencetak rekor pencetak gol terbanyak La Liga dalam satu musim, 50 gol.

Messi adalah pencetak gol terbanyak Piala Dunia FIFA U20 2005 dengan lima gol. Pada 2005, ia menjadi orang Argentina termuda yang bermain di Piala Dunia FIFA dan memenangi medali perak di Copa América 2007, di mana ia menjadi pemain muda terbaik.

Gaya permainannya mengundang perbandingan dengan Diego Maradona, yang telah mengumumkan Messi sebagai "penerusnya".

Messi lahir di Rosario, Provinsi Santa Fe, dari pasangan Jorge Horácio Messi, seorang pekerja pabrik besi dan Celia María Cuccittini, seorang pembersih paruh waktu. Dari garis keturunan ayahnya, ia berasal dari Ancona, sebuah kota di Italia, di mana leluhurnya, Angelo Messi, hijrah ke Argentina pada 1883.

Ia mempunyai dua orang kakak laki-laki, Rodrigo dan Matías, dan seorang saudara perempuan, María Sol.

Di usia lima tahun, Messi mulai bermain sepak bola untuk Grandoli, klub sepak bola lokal yang dilatih ayahnya, Jorge. Pada 1995, Messi bergabung dengan Newell's Old Boys yang berbasis di kampung halamannya, Rosario.

Ia menjadi bagian dari pasukan lokal yang hanya kalah sekali dari empat tahun, dan dikenal sebagai "Mesin 87", dari tahun kelahiran mereka.

Pada usia 11 tahun, Messi didiagnosis menderita kekurangan hormon pertumbuhan. Tim elite River Plate berminat atas perkembangannya, tetapi mereka tak punya uang cukup untuk pengobatannya, yang mencapai $900 per bulan.

Carles Rexach, direktur olahraga FC Barcelona, telah menemukan talenta Messi karena ia mempunyai kerabat di Lleida, dan ayahnya mengatur uji coba bersama tim tersebut. Rexach, tanpa membawa kertas di tangan pada saat itu, mengajukan tawaran kontrak pada Messi di atas serbet makan dari kertas.

Barcelona menawarkan untuk membiayai pengobatan Messi jika ia mau pindah ke Spanyol. Messi dan ayahnya lalu pindah ke Barcelona, dan ia masuk ke akademi muda klub.

Featured

[detikNews][recentbylabel2]