Asalweb: Bisnis

Notification

×
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2018

Posisi Indonesia Meroket 15 Peringkat Terkait Indeks Kemerdekaan Ekonomi

The Heritage Foundation

Jakarta - Posisi Indonesia melesat hingga 15 peringkat terkait Indeks Kemerdekaan Ekonomi (Index of Economic Freedom) yang dikeluarkan The Heritage Foundation.

Melesatnya peringkat Indonesia berkat faktor seperti aturan hukum yang semakin baik dan efisiensi regulasi.

The Heritage Foundation merupakan sebuah think thank yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Heritage menyebut kemerdekaan ekonomi adalah hak fundamental bagi setiap manusia.

Dalam negara yang merdeka secara ekonomi, orang-orang bebas bekerja, memproduksi, mengkonsumsi, investasi, dalam cara yang mereka kehendaki. Negara-negara maju biasanya memiliki skor tinggi dalam daftar ini. Nilai Indonesia tercatat di atas rata-rata regional dan global.

Indonesia tahun ini berada di posisi 69 dengan skor 64,2. Ini naik 15 peringkat dari peringkat sebelumnya, yakni 84. Bahkan, pada 2015 saja Indonesia belum masuk 100 besar.

Langkah pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur untuk menarik investor disorot dalam indeks ini. Begitu pula kasus korupsi yang gencar diburu, serta regulasi yang ditingkatkan.

Kekurangan Indonesia disebut pasar tenaga kerja yang belum fleksibel, proteksionisme di beberapa sektor, subsidi ke banyak perusahaan BUMN, dan pengurusan keuangan publik yang buruk.

Indonesia tercatat naik peringkat pada efisiensi regulator: kemerdekaan bisnis, tenaga kerja, dan monoter. Langkah pemerintah untuk menaikkan upah minimum dan mengurangi subsidi listrik untuk program yang lebih penting juga mendapat nilai positif.

Pada aturan hukum, Indonesia mendapat nilai hijau di hak properti dan keefektivan yudisial. Hanya saja, korupsi masih menjadi masalah dalam pemerintahan.

Pada 10 besar negara di Indeks Kemerdekaan Ekonomi, negara tetangga Singapura mendapat peringkat tinggi. Begitu pun Hong Kong dan tetangga selatan seperti Australia, dan Selandia Baru.

Di dunia Arab, Uni Emirat Arab mendapat peringkat terbaik, sementara Swiss mendapat peringkat terbaik di Benua Biru. Untuk tiga peringkat terbawah adalah Kuba, Venezuela, dan terakhir Korea Utara.

Berikut daftarnya:

1. Hong Kong

2. Singapura

3. Selandia Baru

4. Swiss

5. Australia

6. Irlandia

7. Estonia

8. Inggris Raya

9. Kanada

10. Uni Emirat Arab

Rabu, 26 Desember 2018

5 Cara Cerdas Orang Kaya Menabung yang Bisa Kamu Tiru

Ilustrasi menabung bersama pasangan/copyright shutterstock

Hampir setiap orang senang memiliki banyak harta. Menjadi kaya memang telah lama menjadi tujuan karier atau bisnis banyak orang di dunia.

Sayangnya, meski telah ada orang kaya yang bisa menjadi contoh, namun jarang sekali orang kebanyakan meniru cara orang kaya tersebut menambah tabungannya. Tak hanya menambah tabungan, orang kaya ternyata selalu bekerja keras demi meningkatkan pendapatannya.

Jadi, jika ingin kaya raya, pastikan Anda mengikuti jejak-jejak mereka yang telah lebih dulu sukses secara finansial. Berikut lima cara orang kaya menabung uangnya seperti dihimpun Lifehack.org:

1. Hati-hati dengan pengeluaran kecil

Banyak orang yang selalu berhati-hati dalam berinvestasi atau melakukan pembelian dalam jumlah besar. Sayangnya, banyak orang yang justru ceroboh untuk pengeluaran kecil. Orang kaya biasanya selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk mengeluarkan dana.

2. Jangan beli barang tak penting buat pamer

Meskipun Anda senang dipuji oleh teman dan kerabat dekat, tetap saja ada batasan yang tak boleh dilampaui. Seringkali, banyak orang membeli barang hanya untuk mendapatkan pujian semata.

Meski banyak uang, orang kaya jarang membeli barang yang tak dibutuhkannya hanya untuk membuat kagum orang-orang di sekitar. Mereka tak pernah membeli barang yang tak disukainya hanya untuk pamer.

3. Sisihkan pendapatan dalam jumlah besar

Lagi-lagi, orang kaya dianggap sering menghabiskan uang secara berlebihan saat berbelanja. Realitasnya, mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang dan menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk investasi atau menabung.

Tidak seperti persepsi kebanyakan orang bahwa orang-orang kaya hanya bersenang-senang saja. Faktanya, orang kaya bekerja lebih keras dibandingkan orang biasa.

4. Bekerja keras

Jadi cobalah tingkatkan pendapatan Anda dengan bekerja lebih keras lagi. Dengan begitu, Anda akan mendatangkan lebih banyak peluang karir dan bisnis yang berguna meningkatkan pendapatan pribadi.

Artinya, Anda lebih baik mengikuti jejak orang kaya dengan menabung dalam jumlah lebih besar. Setidaknya sepertiga dari pendapatan setiap bulan.

5. Beli barang yang dibutuhkan

Orang kaya tak pernah mau mengeluarkan uang untuk berbagai hal yang bukan kebutuhannya. Kalangan miliarder bahkan selalu hati-hati dengan berbagai biaya yang harus dikeluarkan.Jangan menyimpan apa yang tersisa dari pengeluaran. Tapi lakukanlah pengeluaran berdasarkan sisa dari pendapatan yang telah menabung

Featured

[detikNews][recentbylabel2]